in ,

Viral Keracunan MBG di Batang: 700 Warga Terdampak, SPPG Disuspend 30 Hari dan Kepala Dicopot

4 jam yang lalu • 30 September 2026, 00:30

Ilustrasi anak sekolah makan siang bergizi
Ilustrasi – Anak sekolah menikmati makan siang bergizi di sekolah

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional kembali menjadi sorotan setelah dugaan keracunan massal melanda Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Ratusan penerima manfaat di Kecamatan Bawang dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bela Batang Sejahtera. Peristiwa yang terjadi sejak Selasa (22/9/2026) ini dengan cepat menjadi perbincangan nasional dan viral di berbagai platform media sosial karena jumlah korban yang terus bertambah hingga menembus lebih dari 700 orang.

Berdasarkan data terbaru per Senin (28/9/2026) pukul 07.00 WIB, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang mencatat sedikitnya 700 penerima manfaat terdampak. Mayoritas korban telah menjalani rawat jalan dan diperbolehkan pulang, namun 34 pasien masih dirawat intensif di tiga fasilitas kesehatan yakni RSUD Batang, RSUD Limpung, dan Puskesmas Bawang. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Ida Susilaksmi menyebutkan keluhan yang dialami korban meliputi pusing, mual, diare, dan nyeri perut. Penerima manfaat yang terdampak sangat beragam, mulai dari anak usia PAUD hingga siswa SMA, serta balita dan ibu hamil. Kondisi para pasien yang masih dirawat dilaporkan terus membaik dan dalam keadaan terhidrasi serta masa pemulihan.

Menanggapi kejadian tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung menjatuhkan sanksi tegas. Melalui Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang, BGN memberikan sanksi suspend kategori berat selama 30 hari terhadap SPPG Bela Batang Sejahtera dan mencopot Kepala SPPG dari jabatannya. Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengungkapkan hasil investigasi awal menemukan pelanggaran serius terhadap standar operasional prosedur. Salah satu pelanggaran paling disorot adalah pengolahan bahan makanan yang dilakukan terlalu dini, yakni telur yang dimasak sejak pukul 19.30 WIB dan dipanaskan kembali pada pukul 02.30 WIB, serta adanya makanan yang dibawa pulang oleh penerima manfaat yang seharusnya disantap langsung di lokasi. Kepala KPPG Semarang Hadiriajaya menegaskan bahwa suspend 30 hari tersebut dapat berkembang menjadi penutupan permanen apabila evaluasi mendalam menemukan pelanggaran berat lainnya, mengingat BGN sebelumnya telah menutup permanen empat SPPG di Indonesia karena kasus serupa.

Sementara penyebab pasti keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, tim kesehatan telah bergerak cepat melakukan penelusuran menyeluruh. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Batang telah mengambil sampel makanan, air, hingga spesimen muntahan dan feses korban untuk dikirim ke laboratorium di Yogyakarta. Inspeksi sanitasi lingkungan, pemeriksaan dokumen, penggunaan alat pelindung diri, dan kelayakan peralatan dapur juga dilakukan. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Zulfachmi Wahab menegaskan seluruh penanganan dilakukan sesuai prosedur standar, termasuk pemeriksaan menyeluruh terhadap rantai produksi mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi. Pemerintah Kabupaten Batang juga menjamin seluruh biaya pengobatan korban ditanggung sepenuhnya dan menyiapkan bantuan pendampingan bagi keluarga.

Peristiwa ini turut mendapat perhatian dari pimpinan nasional. Wakil Presiden Gibran Rakabuming pada Senin (28/9/2026) meminta agar hasil investigasi dugaan keracunan MBG di Batang segera dituntaskan dan dibuka secara transparan kepada keluarga korban. Ia juga memastikan penanganan korban menjadi prioritas agar tidak ada korban yang terlantar. Kasus Batang menjadi pengingat penting bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jangkauan distribusi, tetapi juga dari jaminan keamanan pangan yang ketat. Evaluasi menyeluruh terhadap seluruh SPPG di bawah pengawasan KPPG Semarang kini terus dilakukan untuk memastikan program yang bertujuan meningkatkan gizi generasi bangsa ini berjalan sesuai ketentuan dan tidak kembali memakan korban.

Sumber: detikJateng, ANTARA (Jambi/ANTARA), Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Badan Gizi Nasional

What do you think?

Written by admin

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Pemkot Malang Siapkan Trauma Healing untuk Pelajar Korban Kekerasan

DPR Sahkan RUU Reforma Agraria Jadi UU, Atur Redistribusi Tanah dan Penyelesaian Konflik