in

Digital Workplace 2.0: Menghapus Silo Komunikasi dengan Integrasi Workflow


JAKARTA – Perubahan fundamental dalam cara kerja di era digital menuntut organisasi untuk tidak sekadar mengadopsi teknologi, tetapi merancang ulang sistem kerja agar lebih efisien. Menjawab tantangan tersebut, Exabytes Indonesia menggelar forum strategis bertajuk “Digital Workplace 2.0: How Lark Transforms Company Workflows” pada Maret 2026 di Jakarta.

Tantangan Fragmentasi di Ruang Kerja Digital

Seiring percepatan transformasi digital, banyak organisasi justru terjebak dalam fragmentasi workflow akibat penggunaan berbagai platform kerja yang tidak saling terintegrasi. Penggunaan terlalu banyak aplikasi yang terpisah sering kali menimbulkan silo komunikasi dan memperlambat koordinasi antar-tim.

Indra Hartawan, Vice President & Country Manager Exabytes Indonesia, menekankan bahwa penambahan tools baru yang kompleks sering kali justru menghilangkan kecepatan dan efisiensi. Padahal, riset dari Fortune Business Insights memprediksi pasar global enterprise collaboration software akan terus tumbuh hingga USD 26,68 miliar pada tahun 2028 seiring meningkatnya kebutuhan pengelolaan tim yang terdistribusi.

Lark sebagai Solusi Kolaborasi Terpadu

Sebagai jawaban atas kompleksitas tersebut, forum ini membedah peran Lark, platform digital workplace yang dikembangkan oleh ByteDance. Berbeda dengan penggunaan aplikasi yang terpisah-pisah, Lark menawarkan ekosistem terpadu yang mengintegrasikan:

  • Komunikasi Tim: Pesan instan yang terhubung langsung dengan alur kerja.
  • Kolaborasi Dokumen: Penyuntingan bersama secara real-time.
  • Manajemen Workflow: Pengaturan jadwal dan tugas dalam satu dasbor.
  • Video Meeting: Integrasi pertemuan daring tanpa harus berpindah aplikasi.

Pendekatan ini mendukung sistem kerja secara asynchronously, yang memungkinkan diskusi transparan dan keputusan terdokumentasi tanpa semua anggota tim harus berada pada jadwal yang sama.

Mendorong Daya Saing Organisasi

Eksistensi digital workplace yang terintegrasi bukan sekadar tren, melainkan faktor krusial dalam meningkatkan daya saing di era ekonomi digital. Melalui inisiatif ini, Exabytes Indonesia—yang telah berpengalaman sejak 2001 dalam solusi digital—berharap lebih banyak organisasi dapat mengadopsi sistem kerja yang adaptif dan transparan.

Diskusi ini juga menghadirkan perspektif dari para praktisi seperti Lionel A. (Global Partner Sales Manager Lark), Bobby Candra Gunawan (CEO Onero Solutions), dan Cesar Ramdhani (IT Practitioner) untuk memberikan gambaran nyata implementasi teknologi ini di organisasi modern.



Sumber PC PLus

What do you think?

Written by admin

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Strategi Berburu Diskon Lebaran 2026 Di TikTok Shop, Shopee, Dan Lainnya

XLSMART dan ZTE Hadirkan 5G Pertama di Indonesia