in

Cyberark: Ancaman Baru Identitas Mesin dalam Keamanan Siber

Kantor perusahaan keamanan identitas, CyberARK


Jakarta, PCplus – CyberArk baru saja merilis laporan 2025 Identity Security Landscape, yang mengungkap tantangan besar dalam keamanan identitas akibat pesatnya adopsi AI dan cloud. Banyak organisasi tanpa sadar menciptakan celah baru bagi serangan berbasis identitas, terutama dari lonjakan identitas mesin yang tidak terkelola.

Baca Juga: CyberArk Raih Predikat Trusted Cloud Provider

Dengan AI dan cloud semakin berkembang, jumlah identitas mesin dalam organisasi kini jauh lebih besar dibandingkan identitas manusia. Sayangnya, lebih dari 40% identitas mesin ini memiliki akses sensitif atau hak istimewa, tetapi kurang mendapat perlindungan memadai. Dampaknya, banyak perusahaan menghadapi risiko pencurian data, kompromi akses istimewa, dan serangan rantai pasokan.

  • Ada 82 identitas mesin untuk setiap satu identitas manusia di organisasi global.
  • 61% organisasi belum memiliki kontrol keamanan yang cukup untuk melindungi sistem cloud mereka.
  • 87% organisasi mengalami serangan berbasis identitas dalam 12 bulan terakhir.

Ini Risiko Baru bagi Keamanan Identitas Menurut Cyberark

AI semakin banyak digunakan, tetapi juga menimbulkan ancaman besar terhadap keamanan siber. Banyak organisasi belum memiliki mekanisme perlindungan yang cukup untuk mengamankan agen AI, terutama yang memiliki akses istimewa ke data sensitif.

  • 68% organisasi belum memiliki kontrol keamanan identitas untuk AI.
  • 47% kesulitan mengamankan shadow AI, teknologi AI yang digunakan tanpa persetujuan resmi.
  • Kekhawatiran terbesar dalam adopsi AI adalah manipulasi data dan akses tidak terkendali.

Fragmentasi Identitas & Tantangan Manajemen

Identitas yang tersebar dalam berbagai silo teknologi memperbesar risiko keamanan. Tanpa pendekatan terpadu, organisasi menghadapi kesulitan dalam memastikan keamanan data dan memenuhi standar kepatuhan.

  • 70% organisasi mengakui silo identitas sebagai penyebab utama risiko keamanan.
  • 75% profesional keamanan mengatakan efisiensi bisnis lebih diutamakan dibanding keamanan siber.
  • Identitas manusia dan mesin diperkirakan akan berlipat ganda pada tahun 2025, semakin memperumit manajemen keamanan.

Pesatnya perkembangan teknologi, khususnya AI dan cloud, telah menciptakan tantangan baru dalam keamanan identitas. Organisasi perlu memodernisasi strategi mereka untuk menghadapi ancaman ini, dengan fokus pada pengelolaan identitas mesin dan akses istimewa secara lebih ketat.



Sumber PC PLus

What do you think?

Written by admin

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0
Neumann rilis NIME

Neumann RIME: Solusi Monitoring Audio Imersif yang Revolusioner

RoboVac G30

Perkenalkan, RoboVac G30 Verge Si Robot Vacuum Pintar